Connect with us

Berita Nasional

Kemah Penguatan Karakter dan Gudep Unggul Pramuka Aceh

Published

on

Banda Aceh – Dinas Pendidikan Aceh bersama Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Aceh melaksanakan Kemah Penguatan Karakter Melalui Kepramukaan dan lomba Gudep Unggul yang berpangkalan di SMA se Aceh. Kegiatan tersebut berlangsung pada 14 – 17 Oktober 2019 di Banda Aceh. Peserta ada 100 orang, yang terdiri dari 23 pembina pendamping dan 77 peserta didik.

Saat memberikan sambutannya Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Aceh, Kak Zulkifli, S.Pd, M.Pd menyampaikan bahwa pembinaan karakter melalui kepramukaan sangatlah tepat. Karena kepramukaan merupakan ekstrakurikuler wajib yang saat ini berlangsung di semua satuan pendidikan dasar dan menengah. Kemudian Kak Hermanto, SP selaku Kapusdiklatda Aceh, yang juga ketua panitia mengatakan bahwa kegiatan ini berlangsung selama 4 hari di indoor dan outdoor. Peserta perkemahan akan mendapatkan berbagai materi, bukan saja kepramukaan melainkan juga kepemimpinan, wirausaha, belanegara dan kerjasama serta kedisiplinan.

Kegiatan pembentukan karakter yang disingkat kepak ini pesertanya dari berbagai jenis ekskul seperti Paskib, PMR, dan Osis, serta Pramuka. Mereka tidur di tenda yang berdiri di atas tanah di lapangan Desa Blangcut, Banda Aceh.

Sedangkan peserta lomba Gudep Unggul itu adalah Pradana dan Pembina Gudep. Mereka ini mewakili kwarcab di mana gudep berada. Mereka menginap di Hotel Grand Aceh Syariah, Banda Aceh karena aktivitas mereka di seputaran hotel.

Peserta lomba gudep unggul harus presentasi di depan juri. Pradana satu persatu maju untuk menjelaskan tentang
Tugas pradana di ambalan, kegiatan, dan manajemen. Yang lainnya duduk menonton presentasi. Sedangkan pembina gudep berada di ruang lain, diuji juga. Dewan juri lomba dari unsur Pusdiklatda Aceh dan Dewan Kerja Daerah Aceh serta nara sumber dari Pusat dan Dinas Pendidikan Aceh.

Gudep Unggul terpilih akan mewakili Aceh ke jenjang lebih tinggi: tingkat Nasional. Rencananya ada gudep unggul berbagai provinsi kumpul di Bogor tanggal 4 – 9 Nopember 2019. Kegiatan itu bersamaan dengan pelaksanaan Kepak 2019.

Teks & Foto: Humas Kwarda Aceh

(K’Zhe)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Nasional

MENGENALI LIMA TIPE SAKA

Published

on

Oleh Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.
_ Waka Binawasa Kwarnas_

Sampai sejauh ini, ada lima tipe Pangkalan Satuan Karya Pramuka. Tipe tersebut terjadi akibat pemahaman dan pengelolaan pangkalan Saka yang belum segaris dan sebidang. Di sisi lain, elaborasi, kolaborasi, dan koordinasi Saka belum sepenuhnya untuk kepentingan penguatan gugus depan. Mulanya, ada harapan kuat agar peserta didik memunyai pengalaman lengkap antara kecakapan umum, kecakapan khusus, dan pemaksimalan bakat dan minatnya. Ternyata, yang terjadi muncul lima tipe Pangkalan Saka.

Pertama, Tipe P (Papan Nama). Tipe P adalah tipe paling bawah, yakni pangkalan Saka yang hanya papan nama. Papan nama ada. Jejak dan sisa ada. Namun, tidak muncul nafas yang berdenyut darinya. Anggota baru tidak ada. Yang ada hanyalah kenangan lama.

Kedua, Tipe D (Daftar). Tipe D bercirikan ada pengelola dan ada anggota. Hanya saja, anggota sebatas daftar saja. Setelah itu, tidak ada kegiatan penempuhan SKK sesuai kridanya. Anggota hanya dipakai untuk pengerahan massa, seperti menjaga pameran, upacara, dan kegiatan projek lembaganya.

Anggota yang hanya mendaftar itu dipakai sebagai alasan memunyai nafas yang berdenyut. Politik seolah-olah dipakai sebuah pangkalan Saka.

Ketiga, Tipe O (Orientasi). Tipe O memperlakukan anggota Saka hanya sebatas pengenalan Saka. Setelahnya, tidak ada penempuhan SKK sesuai krida. Anggota yang sudah diorientasi itu dipakai untuk pengiriman anggota saka jika diminta. Saat upacara besar, kegiatan, dan sebagainya mereka selalu difungsikan.

Anggota tahu dan paham krida tetapi tidak pernah menempuh SKK-nya. Lihat saja, saat ada kegiatan Saka, di lengannya hanya ada tanda Saka tanpa TKK. Tipe O sangat banyak di berbagai pangkalan.

Keempat, Tipe S (SKK). Tipe S telah melampaui tipe sebelumnya. Pangkalan Saka tipe S terlihat denyut nadi latihan spesifik. Ada kelompok-kelompok yang tekun mendalami keterampilan sesuai kridanya. Instruktur lihai memandaikan anggota. Lalu, ada penyematan tanda keberhasilan berupa TKK. Pamong saka aktif. Instruktur saka aktif.

Tipe S sangat jarang dijumpai di pangkalan-pangkalan. Biasanya tipe S itu sepi pamrih tetapi ramai pengelolaan. Anggotanya segaris dengan misi pamong dan instruktur.

Kelima, Tipe J (Job Creation). Tipe J sangat didambakan peserta didik karena menjanjikan pekerjaan dan masa depan mereka. Hanya saja, tipe J susah diterapkan karena memerlukan amunisi keterlibatan. Peserta selalu menempuh SKK sesuai krida.

Setelah memakai TKK, peserta terus mendalami, magang, dan berani berjibaku di kekuatan TKK itu. Pada akhirnya, sang anak mendapatkan yang didambakan, yakni dunia kerja. Ada yang menjadi pemilik dagang tanaman buah, penyelam kerang di tiang pancang pelabuhan, penjual tanaman obat, pemilik usaha meubel, dan seterusnya.

Dambaan Gerakan Pramuka adalah pangkalan Saka Tipe S dan J. Itu bisa dicapai jika semua pihak komitmen, konsisten, dan konsekuen atas yang dilakukannya. Jika itu terjadi, tentu GP turut bersumbangsih besar terhadap pemberantasan pengangguran. Selamat membina. #Kakyatno

By. K’Zhe

Continue Reading

Berita Nasional

Kemah Riset Pramuka Penegak Nasional Ditutup

Published

on

Bogor – Sekertaris Komisi Binawasa Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Kak Topari, S.Sos, M.Pd menghadiri acara penutupan Kemah Riset Pramuka Penegak Nasional V 2019 (Kemrinas) di lapangan Andi Hakim Nasution, Kampus Institut Pertanian Bogor Senin, 28 Oktober 2019. Penutupan Kemrinas dihadiri oleh Wakil Ketua Rektor/Sekretaris Institut selaku anggota Mabigus Kak Aceng Hidayat, Pembina Gugusdepan 30-091-092, Kak Fadjar Satria dan Kak Sri Murtini, Pembina Pendamping dan 175 peserta adik-adik Pramuka Penegak utusan dari sembilan daerah di Provinsi di Indonesia serta sejumlah panitia dari Unit Kegiatan Mahasiswa.

Pada kesempatan itu Kak Topari membacakan sambutan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka mengatakan, Kemrinas V sebagai ajang membina diri Pramuka Penegak dalam kepedulian terhadap masyarakat. Pun telah mampu membangkitkan semangat persaudaraan dan persatuan bangsa. Hal ini dapat dilihat dari keakraban yang terjalin antar sesama peserta perkemahan ini.

“Adik-adik Peserta Kemah Riset Nasional 2019 telah melakukan berbagai kegiatan. Namun, keberhasilan secara fisik bukanlah target utama dari kegiatan ini. Di arena perkemahan ini telah tumbuh dan bersemi rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan kesetiakawanan antar tunas-tunas muda bangsa yang akan mempertebal rasa kebangsaan dan nasionalisme yang akan mampu meningkatkan harkat, dan martabat, serta rasa persatuan bangsa Indonesia”, ujar Kak Topari.

Kemudian dalam sambutannya Sekertaris Institut Kak Aceng Hidayat, mengharapkan untuk terus meningkatkan diri dan senantiasa berinovasi. “Kegiatan ini dan kegiatan-kegiatan yang lainnya sangat penting dalam menumbuhkan rasa kebangsaan pada generasi muda. Dan semoga setelah mengikuti kemah selama satu minggu adik-adik pramuka dapat menemukan hal-hal yang sangat penting, inspirasi untuk kemajuan pertanian dan kemajuan kalian.”

Kak Aceng Hidayat menambahkan bahwa pertanian itu bermain di area primer yang dikerjakan, dibangun, dan dikembangkan di sini adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan kita. Ranah kita adalah pangan dan energi yang mana kita tidak mungkin dapat melanjutkan kehidupan tanpa adanya pangan dan energi. “Oleh karena itu adik-adik sekalian, mudah-mudahan dengan Kemah Riset Pramuka Nasional ini, tumbuh pada hati diri kalian kecintaan pada pertanian,” katanya.

Mengakhiri acara penutupan kegiatan ini, Kak Topari Kak Aceng Hidayat, dan Pembina gugusdepan IPB menyerahkan tropi dan piala kepada juara kompetisi terbaik yang diraih SMA Negeri 3 Blitar, Jawa Timur.

Teks & Foto: Kak Sis (Humas Kwarnas)

By. K’Zhe

Continue Reading

Berita Nasional

Liga Pramuka Banda Aceh: Koetaradja Scout Leageu 2019

Published

on

Banda Aceh – Kwartir Cabang Kota Banda Aceh melalui Dewan Kerja Cabang memprakasai sebuah kegiatan yang bersifat kompetisi. Nama kegiatannya: Koetaradja Scout Leageu 2019. Pelaksanaannya berlangsung selama 6 bulan. Tapi, tidak mengganggu aktivitas belajar peserta di sekolah kerena pelaksanaannya pada hari libur.

Kompetisi itu dilaksanakan dalam bentuk liga. Kegiatan yang menggunakan sistem seperti itu, baru pertama kalinya. Adapun jenis materi yang dilombakan dalam Koetaradja Scout Leageu, yaitu: Peta Topografi, Masak Rimba, Memanah, Lempar Pisau, Baris Berbaris, Pertolongan Pertama Gawat Darurat, Pionering Purwarupa,Teknologi Tepat Guna, Cerdas Cermat, Film Pendek/Dokumenter.

Kegiatan ini di buka oleh Ka Kwarcab Banda Aceh pada bulan April 2019 Kak H. Illizza Sa’aduddin Djamal dan ditutup pada bulan Oktober 2019 oleh Waka Binamuda Kwarcab Banda Aceh Kak Hermanto, SP.
Kak Anto dalam amanatnya menyampaikan bahwa Dewan Kerja adalah tempat kaderisasi pada Gerakan Pramuka sehingga Kwartir Cabang Banda Aceh selalu memberikan kesempatan seluas luasnya bagi DKC untuk merencanakan, melaksanakan, menggelola, mengevaluasi serta mempertanggungjawabkan kegiatan kegiatan penegak pandega. Kak Anto berharap, Dewan Kerja Cabang kelak bisa berperan aktif baik di Gerakan Pramuka maupun di masyarakat.

Gugus depan (gudep) yang meraih Prestasi Terbaik yaitu Gudep yang berpangkalan dari SMA Negeri 7 Banda Aceh. Bagi yang belum berhasil, teruslah berusaha untuk Koetaradja Scout Leageu 2020.

Teks & Foto: Humas Kwarcab Banda Aceh

By. K’Zhe

Continue Reading

Berita Utama

Copyright © 2019. Humas Kwarda Banten.

New offer: This is a demo store for testing purposes — no orders shall be fulfilled. Dismiss